Pages - Menu

Blogger templates

Blogger news

Selamat Datang di Blog ini :) "Mari Sisihkan Sebagian Rejeki Kita Untuk Panti Asuhan, Panti Jompo, Fakir Miskin, dan Orang Sakit Yang Tidak Mempunyai Dana"

Selasa, 02 September 2014

MENGHENTIKAN PIKIRAN : MUNGKINKAH? – Bagian 1

Mengawali note ini saya sampaikan bahwa saya tidak membawa pada definisi yang terlalu jauh soal pikiran, tidak sampai level advance. Misal sampai ke soal pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Saya tidak sampai ke situ. Dalam note ini saya membedakan antara PIKIRAN (MIND), BERPIKIR (THINK) dan PEMIKIRAN (THOUGHT). Pikiran adalah alat untuk berpikir. Hasil dari kegiatan berpikir adalah pemikiran. Pikiran tidak berpikir maka tidak ada pemikiran. Mudah-mudahan bisa dipahami. Bila ada yang tidak setuju ya enggak apa-apa he he. Unity In Diversity. Sekarang kita masuk ke pembahasan.

 .
Deepak Chopra berdasarkan pengamatannya menyatakan bahwa dalam sehari jumlah pemikiran yang berseliweran dalam pikiran kita sebanyak 60.000 pemikiran. Buseeet. Buanyaknya minta ampun ya? Nah sehingga bisa saya katakan pikiran ini bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Bahkan mungkin kecepatannya jauh melampaui kecepatan cahaya. Ya, cahaya yang didaulat memiliki kecepatan 3 x 10 pangkat 8 km / detik menurut saya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecepatan pikiran. Satu-satunya yang bisa mengalahkan kecepatan pikiran ya cuman MENCRET … Kok bisa? Ya, soalnya belum kepikir mencret itu udah pasti nempel celana hua ha ha (bercanda dot com).
 .
Di satu sisi kecepatan pikiran ini menguntungkan namun di sisi lain bisa merugikan. Why? Karena kalau kita tidak mampu mengimbangi kecepatan pikiran kita akan menderita. Kita akan diperbudak oleh pikiran kita sendiri. Sebaliknya bila kita mampu mengimbanginya maka kita bisa memanfaatkan pikiran sebagai bawahan yang luar biasa. Pikiran adalah energi. Ketika ia bergerak maka ia akan bergerak dengan cepat bolak balik antara kutub positif dan negatif. Oleh karenanya kalau kita mau jujur sepositif apapun yang kita pikirkan bisa ada negatif versionnya. Bila porsinya imbang antara negatif dan positif maka muncullah yang disebut RAGU-RAGU atau BIMBANG! Adanya polarisasi + dan – dalam pemikiran ini yang memungkinkan seseorang yang baru saja berpikir positif bisa seketika berbalik menjadi negatif. Contoh lain, ketika kita berpendapat A kita bisa membantahnya dengan pemikiran B.
 .
pikiran
.
Ketika pikiran yang sebenarnya merupakan energi ini bergerak maka ia akan menghasilkan perasaan. Lho kok bisa? Ya. Perasaan atau emosi bahasa inggrisnya adalah EMOTION. EMOTION ini menurut dalam keyakinan saya adalah kependekan dari ENERGY IN  MOTION alias ENERGI YANG BERGERAK. Ketika pikiran bergerak maka sesungguhnya energi telah bergerak dan selanjutnya muncul emosi. Dengan pemahaman ini maka sebenarnya ketika pikiran “berhenti” atau kita ”hentikan” tidak akan ada emosi. Dalam arti emosinya netral. Semua akan emosi “pulang ke asalnya” yaitu MANUNGSA alias MANUNGGALING RASA. Tidak ada energy in motion ya tidak ada emotion.
 .
Dengan demikian kita bisa mengatasi persoalan emosi apapun jika kita menghentikan pikiran untuk berpikir. Nah persoalannya bisakah pikiran dihentikan untuk berpikir. Bisakah pikiran dihentikan untuk bergerak? Dalam kacamata saya BISA ! MUNGKIN ! Dalam artian begini. Pergerakan pikiran yang dominan dapat dibagi menjadi 3 zona yaitu ZONA PAST (TADI), ZONA PRESENT (SAAT INI) dan ZONA FUTURE (NANTI). Satu detik yang lalu itu sudah saya kategorikan PAST. Satu detik ke depan itu sudah saya kategorikan FUTURE. Dan selalu mengikuti setiap detikan waktu itulah yang saya namakan PRESENT. Nah pikiran itu secara alamiah selalu bergerak ke PAST dan FUTURE. Pikiran TIDAK MENYUKAI SAAT INI. Yuk kita evaluasi. Berapa banyak di antara anda yang saat mandi TAPI pikirannya tidak di kamar mandi? Saat makan pikirannya TAPI mikir 1 jam kedepan? Saat sholat TAPI pikirannya ke besok hari atau kemarin? Nah lho ngaku ngaku he he he. Kalau kita mau jujur kita ini HIDUP DI SAAT INI tapi kita terlalu sering membiarkan pikiran kita berkelana ke PAST dan FUTURE. Lalu apa bahayanya kalau pikiran kita terlalu liar kita biarkan begerak ke PAST dan FUTURE? Kita akan bahas nanti …
 .
Bersambung ke bagian 2
 .
 .
ARIF RH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar